Langsung ke konten utama

Batre & Charge SANYO – eneloop

Demi menunjang kebutuhan hidup si hitam (kamera je…dudu rotom) saat menanti objek terseksi di muka bumi (lokomotif jeeeeee) di pinggir rel, di stasiun, di pasar (nah loh???….pasar pinggir rel jeeee) kuputuskan menyandingkan dengan si putih SANYO – eneloop : energy + loop, dapat referensi juga dari mbak ini. Sebenernya ni batre ku beli lebih dulu dari pada kamera-ne, hehehe namanya juga usaha…..nyicil satu-satu, jadi kalo mau punya mobil aku beli setir-nya dulu baru kursi dll (mulai nglantur….maklum udah ngantuuk). Siang itu ku dibimbing mas Jarot (iya ni orang memang senior ane….udah punya anak istri jadi gak ada hubungan khusus --- sek normal jeeee), menuju Pasar Genteng - Surabaya yang terkenal dengan barang elektroniknya. Langsung ke toko langganan, yang ini pake permisi dulu tanpa menggoda lho, dan si nonik mau tersenyum ramah….ditawari eneloop yang ada kabel extender kena Rp 185.000,- ya udah langsung bungkus (karena takut dengan senyuman si nonik….kan niatnya cuman beli batre…..bukan yang lain???#$#$@). Dengan berbekal kamera pinjaman (punya emak) Benq DC-850, oya ni batre kata si nonik langsung bisa dipake tanpa dicharge dulu jadi buat membuktikan bahwa itu bukan rayuan manis langsung ku pake dan hasilnya 20 jepretan dengan sekitar 17 jepretan menggunakan flash batre tetap adem ayem. Saat laporan ini diturunkan si putih sudah menemani hidup si hitam selama 7 hari tanpa charge dan udah berapa jepretan persisnya aku juga kurang tau. Intinya puas dengan performa batre ini….ini ada satu jepretan paket dari SANYO (tanpa batre,lek batrene tak pasang trus lek moto gae opo???hehehe…..piisssss)

Postingan populer dari blog ini

Nintendo Meluncurkan Konsol Game Famicom Mini di Jepang

Nintendo perusahaan raksasa dalam bidang permainan elektronik asal negara Jepang baru saja mengumumkan konsol game Famicom Mini yang merupakan versi imut dari konsol game Famicom yang pernah diluncurkan oleh perusahaan tersebut pada tahun 1983 dimana saat itu konsol ini hanya khusus negara Jepang. Peluncurkan akan dilakukan pada tanggal

Warung "Mbak SUM"

Warung Mbak Sum Kali ini mengisahkan tentang Warung Mbak SUM, sebenarnya tidak ada nama resmi dari warung ini hanya saja sang pemilik sering dipanggil "Mbak Sum". Sebuah warung sederhana yang terletak di pinggir Jalan Veteran Surabaya persisnya di depan Kantor Divisi Telex PT Telkom Indonesia. Sepertinya warung ini sudah lama berdiri disini, karena para pensiunan Divisi Telex sering ditemui bernostalgia di warung Mbak SUM. Terong Goreng Ikan Ayam Goreng Gorengan Menu yang tersedia cukup beragam, seperti sayur Asem, sayur Bening, sayur Lodeh, Sop Ayam juga tersedia berbagai macam lauk pauk dari terong, tahu dan tempe goreng, ayam dan ikan laut goreng juga tersedia sebagai lauk pauk. Yang istimewa disini adalah sambalnya, ada sambal matang yang seluruh bahan pembuat sambalnya ditambah Terasi digoreng terlebih dahulu sebelum dilembutkan. Ada juga sambal mentah, yang ini bahan pembuat sambal tidak ditambahkan Terasi dan tidak digoreng seb...

Es Dawet Gempol Serabi

Es Dawet Gempol Serabi Setelah menikmati Rujak Buah yang segar dan pedas, saatnya mengguyur tenggorokan dengan minuman dingin. Tidak perlu berjalan jauh atau beranjak dari kursi, karena di tempat yang sama kita bisa menemukan minuman Es Dawet Gempol dan Serabi. Dulu saat pertama kesini saya sangat penasaran dengan bentuk dari "Gempol" karena inilah yang membuat istimewa dari Es Dawet Serabi yang lainnya. Gentong dan Termos Es Penggunanaan gentong sebagai tempat berjualan tentunya menjadi daya tarik tersendiri dari segi estetika karena terlihat tradisional, dan dipercaya dapat menambah cita rasa dari menu makanan yang dijual. Hanya termos tempat es yang mejadi simbol modern disini. Serabi Inilah bentuk serabi didalam sajian Es Dawet Gempol Serabi ini, serabi sudah dalam keadaan diiris kecil - kecil meskipun ukuran serabinya terlihat tebal rasanya cuma ada 3 - 4 potong serabi dalam satu porsi. Lalu soal "Gempol" yang ...